|
Catatan Harian Seorang Mafia Pajak |
|
Idealisme mahasiswa yang ditanamkan selama di kampus dan kehormatan diri seorang santri tak cukup kokoh untuk membentengiku dari godaan korupsi. Di kantor pajak, korupsi telah menjadi darah daging dan jati diri. Di tengah sekumpulan koruptor, kau akan dianggap gila jika tak berbuat kotor. Tahun-tahun sebagai pegawai pajak telah mengikis idealisme yang sekian lama kutanam. Dengan kepiawaianku menjebol database, bertahun-tahun aku menjadi tangan kanan para pejabat korup, terlibat jaringan faktur pajak fiktif, hingga akhirnya aku "dikorbankan". Jeruji besi memisahkanku dari dunia luar, juga dari istri yang tengah mengandung anak pertama. Aku memang penjahat pajak, tetapi sang godfather tetap tak tersentuh dan takkan tersentuh ... Sebuah catatan bergaya fiksi yang blak-blakan dan penuh kejutan: "Gayus-gayus", besar dan kecil berkeliaran di mana-mana; rekayasa besar di balik penyidikan pajak, bertahannya segelintir orang baik di sarang korupsi, jual beli kasus dan kebebasan di dalam bui dan meja hijau ... para penyamun terus beraksi tanpa pernah peduli bahwa seorang ayah didera sunyi, karena terpisah dari anak dan istri....
|
|
Read more...
|
|
|
|
|