Testimoni Pembaca

Feel: What I want in Life
02/11/2009
article thumbnail

Pengarang: Wulan Guritno, Adilla Dimitri 
Format: 13 x 20,5 cm
ISBN:  978-979-19624-9-0 
Jumlah halaman: 244
Harga: Rp 48.000,- 
Soft cover
Terbit: 21Oktober 2009   Sinop [ ... ]


Luna Maya tentang Buku BlackBerry
01/05/2009
article thumbnail

"Jangan ngaku high tech deh kalau belum baca buku ini dan pake BlackBerry Harian!"

~ Luna Maya


Buku Baru

THE ARK

article thumbnail

Penerbit Imania
THE ARK
Konspirasi Merekonstruksi Bahtera Nuh untuk Menghancurkan Peradaban Manusia
Pengarang: Boyd Morrison               [ ... ]


Buku baru lainnya:
Versi Lain Hari Kiamat

Oleh: Fenny Aprilia*


Judul Buku   : The Doomsday Key: A Novel
Penulis        : James Rollins
Penerjemah : Istiani Prajoko
Penerbit      : Imania (PT Iman), Depok
Tebal Buku  : xvi, 524 halaman
Edisi           : Cetakan Pertama, November 2009
Nomor ISBN : 978-602-95607-4-9

 Ramalan hari penghabisan yang dibuat oleh Suku Maya tiba-tiba mencuat di tahun 2009. Kehidupan dunia akan berakhir pada 21 Desember 2012 dengan hancurnya bumi yang dihantam benda dari langit, demikian simpulan ramalan itu. Agamawan menolak keras ramalan tersebut. Sementara kalangan ilmuwan memercayai bahwa pada tanggal tersebut hanya akan terjadi aktifitas benda langit yang tak biasa terhadap planet bumi.
 
 Namun, setidaknya, berkat mencuatnya ramalan hari kiamat versi Suku Maya tersebut, hari penghabisan menjadi diskursus publik. Sejumlah perkiraan tampilan ‘hari akhir’ versi agama-agama besar di dunia menjadi bahan pemberitaan di media cetak dan elektronik. Bahkan, penulis juga sempat menyaksikan tayangan di televisi yang menyajikan ramalan hari kiamat versi Nostradamus, peramal kondang dari tanah Eropa.

 James Rollins melalui novel setebal 524 halaman ini menyajikan salah satu versi ramalan tentang hari kiamat yang berasal dari tanah Great Britain (Inggris Raya). Namun, alih-alih menampilkan gambaran menakutkan dari hari kiamat, Rollins justru mengajak pembaca untuk berpetualang di daerah Inggris Raya, Perancis, Roma, Mali dan Amerika Serikat.

 Marco Giovanni, seorang pastor di Vatikan, tewas di sekitar Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Peristiwa ini memaksa Gray Pierce terbang ke Italia untuk memberi bantuan penyelidikan atas permintaan Rachel Verona, seorang polisi Italia yang mengurusi masalah benda antik.

 Sementara itu, kematian juga menyambangi Jason Gorman, putra seorang senator di AS. Jason menemui ajal ketika sekelompok orang tak dikenal menyerang perkemahannya di Mali. Tak berselang lama dari kematian Jason, Henry Malloy, seorang pakar genetika, ditemukan tak bernyawa di dalam laboratorium Princeton University.

 Kematian Giovanni, Jason dan Malloy sama-sama meninggalkan jejak berupa cap berbentuk sebuah lingkaran yang menjadi satu dengan palang yang ditorehkan dengan besi membara ke tubuh mereka. Pembunuhan yang keji itu menjadi teka-teki yang harus diselesaikan oleh Pierce dan koleganya yang tergabung di Sigma Command, sebuah badan intelijen kontra-teroris milik pemerintah AS.

 Penyelidikan terhadap kematian Giovanni ternyata membawa Pierce pada sosok Mael Maedoc yang juga dikenal dengan nama Santo Malachy. Pada abad XII, Santo Malachy mendapatkan ‘penglihatan’ ketika melakukan perjalanan ke Roma. Ia beroleh kemampuan magis untuk meramalkan masa depan umat manusia. ‘Penglihatan’ Malachy tersusun dalam sebuah buku yang kini raib entah kemana. Vatikan tak mengakui ‘penglihatan’ Malachy dengan mengklaimnya sebagai palsu.

 Namun, ‘penglihatan’ Malachy terbukti benar karena ia telah meramalkan secara runtut pemimpin umat Katolik sedunia. Pada abad itu, Malachy mampu menuliskan ciri-ciri Paus dengan tepat hingga akhir zaman. Paus Benediktus XVI yang kini memmpin Vatikan, telah diramalkan oleh Malachy dengan menyebut ciri-ciri dari Paus ke-111 yaitu De Gloria Olivae (Keagungan Pohon Zaitun). Ordo Benediktin dalam agama Katolik memang menggunakan lambang cabang pohon zaitun sebagai simbol ordonya.

 Setelah Paus ke-111 mangkat, menurut ‘penglihatan’ Malachy, maka penggantinya akan melihat hari kiamat. Hal ini tertuang pada nama terakhir dari daftar Paus milik Malachy yang disebut sebagai Petrus Romanus.

 Painter Crowe, direktur Sigma Command, yang memimpin penyelidikan atas kematian Jason dan Malloy menemukan sebuah proyek pengembangan pangan yang dimodifikasi secara genetis (Genetical Modify: GM) yang dilakukan oleh Viatus International. Proyek tersebut sangat berbahaya karena menggunakan bantuan cendawan yang berasal dari abad XI.

 Ivar Karlsen, pemimpin Viatus, berambisi untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan berbekal teori Thomas Malthus, yakni kekuatan kependudukan secara tak terbatas jauh lebih besar daripada kekuatan bumi untuk memproduksi nafkah bagi penduduk. Maka, Ivar selalu mengajukan usul radikal untuk membatasi pertambahan penduduk dumi. Diantaranya, yaitu memberikan kompensasi kepada suami-istri untuk tak memiliki keturunan.

 Cendawan yang digunakan Viatus dalam proyek pengembangan pangan GM ternyata berasal dari ramuan kuno milik bangsa Fomorian. Cendawan itu mampu hidup di dalam tubuh individu untuk memberikan rasa lapar walau individu tersebut telah makan sebanyak-banyaknya. Kerja Viatus dalam proyek tersebut, secara tak disadari, telah ditunggangi oleh The Gulid, kelompok teroris internasional yang ingin menguasai dunia.

 Penawar dari cendawan itu adalah serbuk dalam sebuah guci yang berada di makam Ratu Meritaten. Sigma Command dan The Guild memperebutkan guci tersebut. Sekadar diketahui, Ratu Meritaten merupakan keturunan raja mesir yang mampu mencapai tanah Inggris Raya dan menetap disana memimpin bangsa Fomorian. Ia dipercaya sebagai Black Madonna yang disembah oleh kaum Pagan sebelum agama Katolik berkembang di Inggris Raya.

 Rollins menyuguhkan data sejarah, persenjataan mutakhir dan petualangan tiada henti dalam novel ini. Pembaca akan diajak untuk menyusuri keindahan peninggalan kaum Pagan di sekitar Inggris Raya dan menelusuri gudang penyimpanan benih tanaman pangan yang diberi nama The Doomsday Vault milik Viatus. Seluruh tempat yang menjadi lokasi tiap adegan dalam novel ini benar-benar ada.

 Hanya saja, kekurangan berupa salah ketik masih nampak di halaman lepas halaman buku ini. Namun, jika kita membaca buku ini dengan cukup intens, petualangan yang diceritakan Rollins akan membuat jantung berdegup lebih kencang. Benar-benar menegangkan!

 Novel ini, secara tersirat, merupakan usaha Rollins untuk memunculkan isu kurangnya lahan bagi tanaman pangan bagi penduduk bumi. Saat ini, isu internasional lebih mengutamakan pemanasan global sebagai sumber penderitaan bagi umat manusia. Padahal, lahan tanaman pangan yang berkurang karena desakan industrialisasi dan pertambahan penduduk bumi yang tak ditekan adalah ancaman besar bagi terwujudnya peperangan antar negara-bangsa. Sebab, bukankah sudah lazim kita dengar bahwa untuk urusan perut, segala cara kadang menjadi halal? Novel karya Rollins ini memang patut dibaca dan direnungi.

*Penulis adalah Alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Penerjemah dan penyunting buku lepas.
Anggota Klub Baca Segala Buku (KBSB) di Bandung.
Editor dari buku terjemahan berjudul “The Complex: Bagaimana Militer Amerika Menyerbu Kehidupan Kita Sehari-Hari” karya Nick Turse yang diterbitkan oleh Penerbit Madia (Februari 2009).
Novel Girl In The Tangerine Scarf karya Mohja Kahf yang diterjemahkannya telah diterbitkan oleh Penerbit Madia, Jakarta.
Saat ini sedang mengerjakan terjemahan dari Motherless Mother karya Hope Edelman.
Beberapa artikelnya pernah dimuat oleh Jawa Pos, Lampung Post dan Harian Surya. Resensi buku yang ditulisnya pernah dimuat di Jawa Pos, Media Indonesia, Koran Jakarta, Koran Tempo, Harian Sinar Harapan, Harian Umum Pikiran Rakyat dan Harian Surya.

Rekening Bank: BNI Cabang Unpad a/n Fenny Aprilia
Nomor Rekening: 0023086709

Alamat Tinggal: Jl. Cigadung Raya Timur No.39
RT 06 RW 09
Bandung 40191

Nomor Tilpun: 085769922277

 

Segera Terbit

Catatan Harian Seorang Mafia Pajak

article thumbnail

Idealisme mahasiswa yang ditanamkan selama di kampus dan kehormatan diri seorang santri tak cukup kokoh untuk membentengiku dari godaan korupsi. Di kantor pajak, korupsi  [ ... ]


Buku segera terbit lainnya:

    Best Seller

    Wangsit Siliwangi

    article thumbnail

    PENERBIT EDELWEISSHarimau di Tengah Bara Pengarang: E. Rokajat Asura 
    Format: 13 x 20,5 cm
    ISBN:  978-602-8672-00-9 
    Jumlah halaman: 446
    Harga: Rp 49.000,- 
    Soft cover
    Terb [ ... ]


    Buku laris lainnya:
    Home Ulasan Buku Versi Lain Hari Kiamat